Monday, March 23, 2015

Perangsangka

25 tahun terase diri seperti umur 17 tahun. Bukan kerana terasa diri ni muda, tapi ujian yang datang pada hari ini seperti yang pernah datang pada usia 17 tahun yang lalu. Menjadi manusia yang 'Sangat Sensitif'. Dah lama rasanya tinggalkan diri yang sebegitu.

Seumpama ingin melihat result selama 8 tahun meninggalkan ujian tersebut, apakah ada perubahan ke arah yang lebih baik, atau makin teruk.. Kadang-kadang aku terase pelik, apabila kita ingin menyatu tapi kita sendiri tidak menentu. Kita ingin manusia hidup dalam husnuzan tapi kita selalu su'u dzan.

Kita sering menganggap asyik kita yang kena uji.. So, orang lain tak kena uji ke?

Kita selalu mengeluh apa yang kita nak selalu tak dapat, sedangkan orang lain dapat dengan mudah jer apa yang kita nak tu.. Jadi, orang lain dapat dengan mudah ke apa yang kita dapat?

Kita sering kata, kita jer yang selalu kena sabar, makan hati.. Orang lain tak makan hati ke dengan kita?

Kita melihat orang lain dari perpektif kita. Kita menilai orang lain dengan ilmu yang kita ada. Sedangkan lain orang lain jalan hidup dan lain pula ilmu serta ujian yang ditetapkan kepada mereka. Macam mana kita boleh menilai someone secara keseluruhan mengenainya, sedangkan kita jumpa dengan dia pun jarang-jarang. Walhal dengan suami/isteri kita yang tidur sebantal pun masih banyak yang kita tersalah sangka tentang dia.

Hidup dalam prasangka sangat serabut dan menyerabutkan. Ingin sekali aku mengunci prasangka dalam peti besi dan membuangnya ke lautan dalam. Prasangka sering merosakkan ikatan persaudaraan. Prasangka selalu memburuk-burukkan kebaikan. Prasangka sering mengesek api permusuhan.


Kreadit Photo By : rizalkurnia.com


Ya Allah lindungi aku dari prasangka yang akan merosakkan diri aku dan orang lain. Jauhkan aku dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu. Sesungguhnya hanya Engkau Maha Penerima Taubat.

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari sangkaan (supaya kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang) kerana sesungguhnya sebahagian dari sangkaan itu adalah dosa; dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan keaiban orang; dan janganlah setengah kamu mengumpat setengahnya yang lain. Adakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? (Jika demikian keadaan mengumpat) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh itu, patuhilah larangan-larangan yang tersebut) dan bertaqwalah kamu kepada Allah; sesungguhnya Allah Penerima taubat, lagi Maha mengasihani. [Al-Hujuraat 49:12]

No comments: